Pengikut

manjadda wajada

dari yakinku teguh hati ikhlasq penuh akan karuniamu tanah air pusaka indonesia merdeka syukur aku sembahkan kehadiratmu Tuhan...

AQ

AQ
DEWE
RSS

Kamis, 25 Maret 2010

AIR DALAM AL-QUR’AN

MAKALAH
STUDI AL-QUR’AN

”AIR DALAM AL-QUR’AN”
(Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Studi Al-Qur’an)

Dosen Pengampu:
Ach. Nasichuddiun, M.A

Oleh:

1.Moh. Zainul Amin (08620005)











JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2009

AYAT- AYAT AL-QUR’AN TENTANG AIR

1.Surat al-Anbiyaa : 30
                    
Artinya:
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

2.Surat Huud : 7
                                
Artinya:
Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata".


3.An-Naml : 60
                             
Artinya:
Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).

4. An- Nuur : 45
                                  
Artinya:
Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, Maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

5. Ar-Raad : 4
                            
Artinya:
Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.

6. Al-Furqon : 48-49
                         
Artinya:
Dia lah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang Amat bersih*Agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak.

7. Al- Waqi’ah :68-70
                   
Artinya:
Maka Terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.*Kamukah yang menurunkannya atau kamikah yang menurunkannya?.*Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan Dia asin, Maka Mengapakah kamu tidak bersyukur?
8. Al- Fushilat :39
                        
Artinya:
Dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kau Lihat bumi kering dan gersang, Maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan yang menghidupkannya, pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

9. Al-Baqarah : 164
                                           
Artinya:
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

10. Al-A’raaf : 57-58
                                                   
Artinya:
Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, Maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. seperti Itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, Mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.*Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.

11. Al-Ankabut : 63
                        


Artinya:
Dan Sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?" tentu mereka akan menjawab: "Allah", Katakanlah: "Segala puji bagi Allah", tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).

12. Al-Hajj : 63
                
Artinya:
Apakah kamu tiada melihat, bahwasanya Allah menurunkan air dari langit, lalu jadilah bumi itu hijau? Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha mengetahui.

13. Al-An’am : 99
                                              
Artinya:
Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan Maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

14. Al-Mukminun : 18
              
Artinya:
Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan Sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.

15. Al- Hajj :5-7
                                                                                                   
Artinya:
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya Dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. dan kamu Lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.*Yang demikian itu, karena Sesungguhnya Allah, Dialah yang haq dan Sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu,*Dan Sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.

16. Al-Baqarah : 22
                        
Artinya:
Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu Mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah[30], Padahal kamu mengetahui.


PENAFSIRAN TENTANG AIR MENURUT ULAMA’

1.Q.S Al-Anbiya: 30
Dalam ayat ini Allah SWT. menyingkapkan keadaan kaum musyrikin yang tidak memperhatikan keadaan alam ini, dan tidak memperhatikan kejadiannya, padahal dari makhluk-makhluk yang ada di alam ini dapat diperoleh bukti-bukti tentang adanya Allah serta kekuasaan-Nya yang mutlak. Maka Allah menegaskan, apakah mereka itu buta, sehingga tidak dapat melihat bahwa langit dan bumi itu dulunya merupakan suatu yang pada dan tidak berpecah; kemudian Allah dengan kekuasaan-Nya yang mutlak dan dapat berbuat apa-apa yang dikehendaki-Nya memisahkan langit dan bumi itu, dan masing-masing beredar menurut garis edarnya, dan melakukan tugas tertentu, dengan sebaik-baiknya. Dari keterangan ini dapat pula kita pahami, bahwa Al-Quran benar-benar merupakan mukjizat yang besar (DEPAG, 2009).
Perkembangan ilmu pengetahuan modern dalam berbagai bidang membenarkan dan memperkokoh apa yang telah diungkapkan oleh Al-Quran sejak empat belas abad yang lalu. Dengan demikian, kemajuan ilmu pengetahuan itu seharusnya mengantarkan manusia kepada keimanan terhadap apa yang diajarkan oleh Alquran, terutama keimanan tentang adanya Allah serta semua sifat-sifat kesempumaan-Nya. Setelah menghidangkan ilmu pengetahuan tentang kejadian alam ini, yaitu langit dan bumi, selanjutnya dalam ayat ini Allah mengajarkan pula suatu prinsip ilmu pengetahuan yang lain, yaitu mengenai kepentingan fungsi air bagi kehidupan semua makhluk yang hidup di alam ini, baik manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Maka Allah berfirman: ".. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup" (DEPAG, 2009).
Hidup disini bisa diartikan hidup dan berkembang saja seperti pada tumbuhan, atau hidup, berkembang, berperasaan, dan berkehendak seperti pada manusia dan hewan. Ayat ini mencakup keseluruhan. Tapi ketika ayat ini turun manusia belum mengetahui betul tentang masalah kadar air ini. Ayat Al-Qur’an-lah yang menyingkap kebenaran tentang air yang sama sekali belum diketahui siapapun. Begitu juga para ilmuwan yang mengadakan berbagai penelitian yang berkembang. Mereka belum mencapai pengetahuan seperti ini. Inilah mukjizat nyata yang terbukti dengan fakta yang jelas. Mayoritas unsure tubuh makhluk hidup mengandung air. Air tersebut sangat penting untuk mencerna makanan dan minum sepanjang hidupnya (Naim,1996).
Demikian pula dengan air itu, dia menumbuhkan dan menghidupkan setiap tumbuhan. Qatadah mengatakan: “kami menciptakan setiap yang tumbuh dari air”. Maka, termasuk kedalam setiap yang tumbuh itu ialah hewan dan tumbuhan. Sebagian kaum cendikiawan dewasa kini berpendapat bahwa setiap hewan pada mulanya diciptakan dilaut. Kemudian setelah melalui masa yang sangat panjang, hewan-hewan itu mempunyai karakter sebagai hewan darat, dan menjadi berjenis-jenis. Untuk membuktikan itu, mereka mempunyai banyak bukti (Al-Maraghi, 1989).
Pada masa sekarang ini, tidak ada orang yang akan mengingkari pentingnya air bagi manusia, baik untuk bermacam-macam keperluan hidup manusia sendiri, maupun untuk keperluan binatang ternaknya, ataupun untuk kepentingan tanam-tanaman dan sawah ladangnya, sehingga orang melakukan bermacam -macam usaha irigasi, untuk mencari sumber air dan penyimpanan serta penyalurannya. Banyak bendungan-bendungan dibuat untuk mengumpulkan dan menyimpan air, yang kemudian disalurkan ke berbagai tempat untuk berbagai macam keperluan. Bahkan di negeri-negeri yang tidak banyak mempunyai sumber air, mereka berusaha untuk mengolah air laut menjadi air tawar, untuk mengairi sawah ladang dan memberi minum binatang ternak mereka Ringkasnya manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan tak dapat hidup tanpa air. Manusia dan hewan sanggup bertahan hidup berhari-hari tanpa makan, asalkan ia mendapatkan minum. Akan tetapi ia takkan dapat hidup tanpa mendapatkan minum beberapa hari saja. Demikian pula halnya tumbuh-tumbuhan. Apabila ia tidak mendapatkan air, maka akar dan daunnya akan menjadi kering, dan akhirnya mati sama sekali. Di samping itu, manusia dan hewan, selain memerlukan air untuk hidupnya, ia juga berasal dari air, yang disebut "nutfah".
Dengan demikian air adalah merupakan suatu unsur yang sangat vital bagi kejadiaan dan kehidupan manusia. Oleh sebab itu, apabila manusia sudah meyakini pentingnya air bagi kehidupannya, dan meyakini pula bahwa air tersebut adalah salah satu dari nikmat Allah SWT., maka tidak adalah alasan bagi manusia untuk tidak beriman kepada Allah serta untuk mengingkari nikmat-Nya yang tak ternilai harganya (DEPAG, 2009).

2.Q.S An-Naml : 60
Pada ayat diatas menerangkan beberapa manfaat dari penciptaan air yang mana Imam Al-Ghozali pernah menyatakan, “Renungkanlah semua karunia yang telah Allah SWT berikan kepada hambaNya dengan adanya air tawar yang menghidupkan seluruh hewan dan tumbuh-tumbuhan bumi. Andaikata manusia dilarang meminum air ketika ia sangat membutuhkannya, maka dengan mudah dia akan menyerahkan segala yang dimilikinya untuk mendapatkan air tersebut, sayang sekali mereka tidak tahu atas nikmat yang besar ini. Bersamaan dengan besarnya kebutuhan kita kepada air, renungkanlah bagaimana Allah memberikan keleluasaan bagi hamba-hambaNya dalam memanfaatkan air tersebut. Jika saja Allah membatasi pemanfaatan air, maka masalahnya akan menjadi sempit dan akan menyulitkan siapapun yang hidup di dunia. Kemudian perhatikan juga kelembutan dan kejernihan air, sehingga ia bisa turun ke bumi dan melepaskan bagian-bagiannya, kemudian larut pada akar pepohonan. Dengan kelembutan tersebut ia bisa naik ke atas dahan dan daun-daun pepohonan dan tumbuhan berkat bantuan sinar matahari. Semuanya itu merupakan sifat air yang telah di tetapkan (Jazuli, 2005).
Banyak pendapat dari para musafir tentang makna ayat diatas. Dr. Al-Damardasy mengatakan ada sebuah cabang ilmu yang disebut Hidrologi, yang khusus membahas tentang air dan macam-macamnya, baik yang padat maupun yang cair, dan mengenai waktu terjadinya serta penyebab pembekuan, perpindahannya, dan sebagainya. Dengan demikian air adalah satu materi yang berkurang volumenya ketika membeku. Lantaran kekhususan ini, urgensi air sangat diperlukan dalam kehidupan. Pada ayat diatas tidak disebutkan jenis air yang di maksud. Hal ini menunjukkan bahwa setiap jenis air akan memungkinkan timbulnya kehidupan. Betapa banyak kehidupan kita yang banyak di sebabkan oleh air. Karena itu kepedulian kita terhadap air sangat perlu di tingkatkan setelah kita memahami hikmah yang tersirat dalam ayat diatas (Samsul, 2007).
Dari Imam Ahmad, beliau mendapat informasi dari Yazid, dari Hisyam, dari Qatadah, dari Abu Maimunah, dari Abu Hurairah, dia berkata, “Saya pernah berkata pada Rasulullah, wahai Rasulullah! Sesungguhnya ketika saya melihat Anda, jiwa saya menjadi tenang dan mata saya menjadi cemerlang karena gembira. Maka kabarkanlah kepada saya tentang segala sesuatu.” Nabi kemudian bersabda, “Segala sesuatu di ciptakan dari air.” Al-Alusi juga menyatakan sebagai berikut, “Air adalah sesuatu yang sama-sama kita kenal. Maksud ayat diatas adalah Allah menciptakan segala macam hewan dari air, kehidupan dengan sifat yang sebenarnya. Pendapat ini di kutip dari Al-Kalabi dan beberapa orang ulama (Tafsir Ibnu Katsir).

3.Q.S Al-Baqarah : 22
Ayat diatas mengandung penjelasan. Dalam realita, manusia masih bisa kuat menahan lapar berhari-hari. Namun ia tidak akan bisa menahan rasa haus dalam waktu yang lama. Kalau rasa haus ini terjadi selama tiga hari berturut-turut, diprediksikan akan terjadi bahaya yang mengakibatkan kematian. Oleh karena itu Allah SWT menyediakan air yang berlimpah ruah untuk memenuhi kebutuhan terhadap air dan mengolah kehidupan. Hal ini bukan hanya pada manusia, tetapi pada hewan dan tumbuhan juga akan mengalami nasib yang sama jika mereka kekurangan air untuk memenuhi kehidupannya (Muhyi, hal: 192).
Kalau kita memperhatikan, kita akan menemukan kadar air dari dasar laut sampai ke permukaan mengandung kadar air dengan campuran yang beraneka ragam seperti garam tambang, keramik, beraneka jenis tumbuhan, campuran karbon dan tanah lumpur. Dibalik campuran air ini, terdapat sumber kehidupan yang terjadi sesuai dengan perintah Allah SWT, “Kun (Jadilah!)” Jadi, campuran tadi bercampur dengan cara yang Allah SWT kehendaki sehingga bisa muncul ke permukaan bumi. Kondisi seperti ini menjelaskan bahwa keadaan dasar laut dari segi kadar panas, penyinaran, dan susunan kandungan kimia telah mencapai tingkat kesiapan untuk melaksanakan atau menerima perintah Tuhan yang agung dalam menempuh kehidupan diatas planet bumi ini (Al-‘Alim, hal 26).
Penjelasan diatas memberikan kita informasi bahwa unsur-unsur karbon yang tersusun dari beraneka macam susunan merupakan unsur yang pertama kali di butuhkan dalam kehidupan yang di terima dari Pencipta yang Maha Agung. Kemudian berlanjut pada gerakan sempurna yang bersunber dari gabungan berbagai unsure-unsurnya yang saling mendukung satu bagian dengan yang lainnya. Kemudian timbullah susunan rangkaian pertumbuhan yang telah ditetapkan dalam aturan-aturan-Nya yang agung terhadap alam. Sesudah itu, terciptalah bahan-bahan fisika yang memanfaatkan aturan alam yang relative tetap dan menjadi istimewa dengan sifat-sifat dasar kehidupan (Al-‘Alim, hal 26).
Dari semua penjelasan yang telah kami kemukakan diatas, maka jelaslah bagi kita tentang kekuasaan Allah SWT dalam menciptakan kehidupan dialam dari air. Kehidupan ini berlaku bagi semua manusia, seluruh hewan, dan segala macam tumbuhan. Tetapi ini bukan berarti bahwa semua bagian makhluk hidup ini berasal dari air semata. Namun maksunya adalah sebagian besar unsurnya berasal dari air. Karena tanpa adanya unsure air yang berbeda-beda sesuai dengan besarnya bagian tubuh. Karena banyaknya air yang terdapat di dalam makhluk hidup, seolah-olah seluruh bagian makhluk hidup berasal dari air (Jazuli, 2005).

4.Q.S An- Nuur : 45
Ayat diatas menjelaskan posisi air sebagai asal mula dan bahan dasar bagi penciptaan binatang adalah karena air adalah materi yang secara langsung paling banyak di perlukan dan paling besar manfaatnya bagi binatang. Pengkhususan ini memang harus, karena malaikat dan jin juga makhluk hidup tetapi mereka tidak di ciptakan dari air, dan mereka sama sekali tidak membutuhkan air. Al-Qurthubi juga memberikan penjelasan bahwa ayat diatas mengandung tiga penakwilan. Pertama, bahwasanya Allah SWT menciptakan segala sesusatu dari air. Pendapat ini dikemukakan oleh Qatadah. Kedua, pemeliharaan kehidupan segala sesuatu menggunakan air. Ketiga, Allah SWT menjadikan segala sesuatu yang hidup dari air tulang rusuk. Pendapat ketiga ini dikemukakan oleh Al-Qurthubi (Al-Qurthubi, hal 11/284).
Dalam ayat tersebut juga disebutkan air secara khusus diantara materi-materi lain yang merupakan komposisinya, disebabkan karena sangat menonjolnya kebutuhan hewan terhadapa air. Terutama setelah strukturnya sempurna, dan karena bagian-bagiannya yang bersifat tanah bercampur dengannya. Pengarang At-Tafsir Al-Wadlih menyatakan sebagai berikut, “Maksud ayat tersebut adalah Allah SWT telah menciptakan semua binatang yang melata (dabbah) yang merangkak di muka bumi, seperti manusia, hewan, burung, binatang liar, dan lainnya, dari air. Kemudian apakah air mani hewan yang keluar dari setiap makhluk hidup untuk pembuahan? Ataukah yang dimaksud dengan air disini adalah air yang sudah kita sama-sama kenal, dengan alasan bahwa air tersebut merupakan bagian dari setiap tubuh hewan dan dibutuhkan pada penciptaan hewan dan kehidupannya (Al-Maraghi, 1989).












TINJAUAN AIR MENURUT SAINS MODERN
Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air bersih penting bagi kehidupan manusia. Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan air. Selain di bumi, sejumlah besar air juga diperkirakan terdapat pada kutub utara dan selatan planet Mars, serta pada bulan-bulan Europa dan Enceladus. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air). Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut. Pengelolaan sumber daya air yang kurang baik dapat menyebakan kekurangan air, monopolisasi serta privatisasi dan bahkan menyulut konflik. Indonesia telah memiliki undang-undang yang mengatur sumber daya air sejak tahun 2004, yakni Undang Undang nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Anonymous, 2009).
Kehidupan di bumi sangat tergantung pada air. Banyak sekali bentuk kehidupan (baik tanaman dan hewan) berada di air. Semua kehidupan di Bumi diyakini muncul dari air. Sebagian besar tubuh semua organisme yang hidup terdiri dari air. Sekitar 70 atau 90 persen bahan organik terdiri dari air. Reaksi kimia yang mendukung kehidupan di semua tumbuhan dan hewan berlangsung di dalam sebuah medium air. Air tidak hanya menyediakan media yang menjadi tempat dimungkinkannya reaksi yang menyokong kehidupan, tapi air sendiri sering menjadi produk atau reaktan yang penting dari reaksi-reaksi itu. Singkat kata, alkimia kehidupan ditemukan di dalam kimia air. Di darat, ancaman kehidupan yang terbesar adalah dessication (kekeringan yang ekstrim). Air hilang dalam berbagai cara evaporasi dari permukaan pernafasan, evaporasi dari kulit, eliminasi tinja, dan pengeluaran urin (Mader, 1995).
Dalam sebuah molekul air, dua atom hidrogen terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Tapi karena atom oksigen lebih besar daripada atom hidrogen, maka tarikannya pada elektron-elektron hidrogen jauh lebih besar. Dengan begitu elektron-elektron tertarik mendekati kerangka atom oksigen yang lebih besar dan menjauhi kerangka hidrogen. Ini berarti meski molekul air secara keseluruhan bersifat stabil, tapi massa inti oksigen yang lebih besar cenderung menarik semua elektron dalam molekul (termasuk juga elektron-elektron hidrogen yang dipakai bersama) sekaligus memberikan sedikit muatan elektronegatif kepada bagian beroksigen disebuah molekul. Karena elektron di atom hidrogen lebih dekat dengan atom oksigen maka atom hidrogen membawa muatan elektropositif dalam jumlah yang kecil. Ini berarti molekul air punya kecenderungan membentuk ikatan yang lemah dengan molekul air yang lain sebab ujung oksigennya molekul bersifat negatif dan ujung hidrogen bersifat positif (Syukri, 1999).
Air dijuluki pelarut universal. Sebuah molekul air (yang diekspresikan dalam simbol kimiawi H20), terdiri dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen.
Berdiri sendiri, atom hidrogen mengandung satu proton positif di intinya; sedang satu elektron negatif berputar mengelilinginya dalam sebuah kerangka tiga dimensi. Sedang oksigen memiliki delapan proton di dalam intinya dengan delapan elektron berputar mengitarinya. Dalam notasi kimia, oksigen seringkali diperlihatkan sebagai huruf O yang dikelilingi delapan titik yang mewakili empat pasang elektron.
Satu elektron hidrogen dan delapan elektron oksigen merupakan kunci kimia kehidupan, sebab atom hidrogen dan oksigen bergabung untuk membentuk sebuah molekul air atau berpisah untuk membentuk ion-ion. Hidrogen cenderung mengalami ionisasi dengan kehilangan elektron tunggalnya dan membentuk ion H+ yang simpel yang hanya merupakan proton yang terisolasi karena atom hidrogen tidak memiliki neutron. Sebuah ikatan hidrogen terjadi saat elektron sebuah atom hidrogen bersama-sama dipakai dengan atom elektronegatif yang lain. Sebuah atom hidrogen yang masih terikat secara kovalen dengan oksigen di molekulnya sendiri mampu membentuk ikatan yang lembah dengan oksigen di molekul lainnya. Hal yang sama juga berlaku bagi ujung oksigen sebuah molekul yang mampu membentuk ikatan yang lemah dengan ujung-ujung hidrogennya molekul yang lain. Karena molekul air memiliki polaritas ini, air merupakan sebuah entitas kimiawi yang berkesinambungan (Raharjoe, 1985).
Pada konsep terbentuknya manusia, telur yang dibuahi 96%-nya adalah air. Setelah lahir, 80% tubuh seorang bayin adalah air. Semakin tubuh manusia berkembang, prosentasiair berkurangdan menetap sampai batas 70% ketika manusia mencapai usia dewasa. Dengan kata lain, selama ini kita hidup sebagai air. Jadi sebenarnya mqanusia adalah air. Kita juga dapat mengatakan bahwa awal kehidupan dimulai dari air dan akan berakhir dengan air. Fetus yang berkembang dalam rahim seorang ibumenggambarkan proses evolusi diri kita, yang berasal dari “laut” hingga terbentuk manusia. Cairan amnion dalam kandungan ibu mempunyai komponen yang mirip dengan komponen yang ada pada air laut. Selanjutnya, fetus menunggu waktu kelahirannya dalam “lautan” dirahim ibu dengan bernafas melalui plasenta. Air juga berperan penting saat kita meninggal. Di jepang, kami mempunyai kebiasaan memberikan air pada orang yang telah meninggal. Dengan memakai bola kapas atau daun pohon Shikini, kami meembasahi bibir orang yang meninggal, kemudian mengiringinya dengan do’a, agar orang yang meninggal tersebut dapat hidup kembali. Kebiasaan ini didasari pemahaman bahwa air merupakan sumber kehidupan (Emuto, 2009).
Dalam penelitiaan tentang kadar air dalam tubuh manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan. Dari penelitian tersebut telah menetapkan bahwa kandungan air pada manusia dan beberapa hewan rata-rata mencapai lebih dari tau sekitar 80%, sedangkan kandungan air pada tumbuhan hanya mencapai 55% sampai 70%. Dengan demikian, tubuh manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan lebih dominan mengandung air, sehingga dapat dikatakan bahwa memang benar bahwa mereka diciptakan dari air (Mader, 1995).
Secara medis, proses pencernaan dalam tubuh manusia sangat tergantung pada air yang melarutkan bahan-bahan cair. Air juga memelihara aliran darah dan memudahkan proses pencernaan. Ia juga berperan dalam memindahkan gizi makanan dan zat garam yang terkandung didalam darah ke pori-pori dan otot-otot tubuh. Dengan adanya air, otot-otot tubuh bisa menjadi lentur dan suhu panas dalam badan bisa diatur sesuai dengan keadaan alam. Disamping itu, air juga memainkan peranan penting dalam pembuangan sisa-sisa dan zat-zat yang membahayakan tubuh. Kalau bukan karena air, semua itu tidak akan berjalan dengan lancar. Badan akan menghadapi bahaya yang besar. Air adalah salah satu nikmat yang terbesar. Ditambah lagi bahwa setiap hari badan kita mengeluarkan kencing dan keringat yang mempengaruhi tingkat kelembapan air. Kalau air yang keluar tersebut tidak diganti dengan memakan makanan yang bergizi secara terus-menerus, maka unsure terbesar dari kehidupan akan hilang dan akan mengakibatkan kematian ( Marieb, 2004).
Air merupakan sumber kehidupan yang tidak dapat tergantikan oleh apa pun juga. Tanpa air manusia, hewan dan tanaman tidak akan dapat hidup. Air di bumi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
1. Air Tanah
Air tanah adalah air yang berada di bawar permukaan tanah. Air tanah dapat kita bagi lagi menjadi dua, yakni air tanah preatis dan air tanah artesis.
a.Air Tanah Preatis
Air tanah preatis adalah air tanah yang letaknya tidak jauh dari permukaan tanah serta berada di atas lapisan kedap air / impermeable.
b.Air Tanah Artesis
Air tanah artesis letaknya sangat jauh di dalam tanah serta berada di antara dua lapisan kedap air.
2. Air Permukaan
Air pemukaan adalah air yang berada di permukaan tanah dan dapat dengan mudah dilihat oleh mata kita. Contoh air permukaan seperti laut, sungai, danau, kali, rawa, empang, dan lain sebagainya. Air permukaan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
a.Perairan Darat
Perairan darat adalah air permukaan yang berada di atas daratan misalnya seperti rawa-rawa, danau, sungai, dan lain sebagainya.
b.Perairan Laut
Perairan laut adalah air permukaan yang berada di lautan luas. Contohnya seperti air laut yang berada di laut (Raharjoe, 1985).

















KESIMPULAN

Setelah mengkaji serta memahami makna dan tafsir dari ayat-ayat yang mengenai Air Didalam Al-Qur’an diatas kkami padukan dengan kemudian kami padukan dengan perkenbangan Sains Modern yang selalu berkembang setiap saat, maka kami dapat menyimpulkan bahwa Al-Qur’an adalah memang benar-benar suatu kitab dan mukjizat yang luar biasa yang di turunkan Allah SWT kepada Rasullullah SAW. Karena Al-Qur’an memang merupakan suatu kitab suci yang bisa dijadikan pedoman hidup sepanjang masa.
Semakin berkembangnya Ilmu Pengetahuan Modern Akhir-akhir ini maka Al-Qur’an merupakan suatu kitab yang sebenarnya sudah membahas masalah-masalah tersebut didalamnya. Tetapi kita sebagai manusia yang sangat kurang untuk mendalami dan memahami makna dari ayat-ayat Al-Qur’an tersebut secara mendalam. Hal ini dapat kami contohkan pada ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang air. Pemahaman Ilmuwan-Ilmuwan terdahulu masih belum bisa membuktikan bahwa segala sesuatu yang hidup di ala mini bermula dari air. Tetapi dengan bermembangnya Sains Modern kiata dapat mengetahui kadar air dalam setiap makhluk yang hidup, baik manusia tumbuhan, maupun hewan semuanya sebagian besar terdiri dari air.
Sehingga dari penjelasan diatas, maka jelaslah bahwa al-Qur’an sebenarnya suadah memberikan kita petunjuk untuk memahami hal-hal yang ada didunia ini tetapi kita yang kurang memperhatikan dan mendalami ayat-ayat Allah tersebut. Dan dari penjelasan itu maka kita dapat mengetahui bahwa sesungguhnya segala sesuatu yang hidup di dunia ini adalah sebagian besar terdiri dari air.
Oleh karena itu kami mengajak kepada semua, marilah kita bersama-sama menggali dan memahami ayat-ayat Al-Qur’an secara mendalam, sehingga nantinya kita bisa mendapatkan banyak pengetahuan-pengetahuan yang baru yang bisa di manfaatkan oleh seluruh sahabat-sahabat kita di alam semesta ini.


DAFTAR PUSTAKA

Al-Maraghi, Musthafa, A. 1989. Terjemah Tafsir Al-Maraghi Jilid 17. Semarang: Toha Putra.
Depag. 2009. Tafsir Alquran OnLine. Diakses (03 Desember 2009) (21.00).
Emuto, Masaru. 2009. The True Power of Water Hikmah Air Dalam Olahjiwa. Bandung: MQ Publishing.
Jazuli, Sami’un. 2005. Al-Hayyah fi Al-Qur’Allah SWT. Al-Karim, Saudi Arabia: At-Thuwaiq.
Mader, Silvia, S. 1995. Biologi Evolusi Keanekaragaman dan Lingkungan. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.
Marieb, E, N. 2004. Biology; Eight Edition. San Francisco: Benjamin Communings.
Naim, Mukhtar. 1996. Kompendium himpunan Ayat-Ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan Biologi & kedokteran. Jakarta: Gema Insani press.
Raharjoe, Susanto. 1985. Larutan dan Kinetika Kimia. Bandung: ITB Press.
Samsul , Muhammad. 2007. Menangkap Cahaya Al-Qur’an. Malang. UIN-Malang Press.
Syukri, S. 1999. Kimia Dasar. Bandung: ITB Press.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar